Jikasudah tahu apa itu selulitis, berikut berlanjut ke pembahasan mengenai kode ICD atau kode BPJS nya. Kode ICD dari selulitis yaitu L03.90, kode itu jelas nantinya akan berbeda satu sama lain. Antara penyakit kulit lain seperti scabies atau jenis penyakit lainnya jelas memiliki kode yang berbeda satu sama lain. Semoga dengan adanya kode ICD dari selulitis bisa membantu Anda. Penyebab Selulitis
Kode ICD 10 Dermatitis β Berbagai masalah kesehatan tubuh manusia terkadang banyak yang tidak tahu secara jelas. Dengan begitu, pemeriksaan ke dokter menjadi salah satu hal paling membuat si penderita akan mengetahui secara jelas mengenai permasalahan kesehatan apa yang sedang terjadi. Dan biasanya dokter akan memberikan penjelasan secara lengkap, baik dari faktor penyebab dan Itu Dermatitis?Jenis & Penyebab Dermatitis1. Dermatitis Atopik2. Dermatitis Kontak3. Dermatitis SeboroikKode ICD 10 DermatitisGejala DermatitisPengobatan & Pencegahan DermatitisUntuk penyakit yang berhasil di diagnosis oleh dokter, nantinya akan memiliki kode ICD 10 atau kode BPJS yang berbeda. Nah, kali ini akan sampaikan kode ICD 10 dari penyakit bernama bagi sebagian orang dermatitis sudah tidak asing lagi, karena penyakit ini cukup umum dan bisa menyerang siapa saja. Namun, untuk kode ICD 10 atau kode BPJS nya itu apa?Agar lebih jelas mengenai kode ICD dari penyakit dermatitis, berikut akan disampaikan secara lengkap dan jelas di bawah ini. Jadi, terus simak ulasan ini sampai Itu Dermatitis?Dermatitis sendiri adalah salah satu peradangan pada kulit yang menimbulkan gejala mengganggu. Seperti ruam kemerahan atau pun kulit terasa gatal, kering, dan nampak ini disebabkan oleh peradangan akibat kontak langsung dengan zat iritan mudah mengiritasi atau alergen pemicu alergi di lingkungan sekitar. Bisa juga dipengaruhi faktor ke pembahasan mengenai kode ICD dari penyakit kulit ini, Anda juga harus tahu jenis dermatitis secara umum. Ada beberapa jenis yang umum dan mungkin Anda pernah merasakan seperti1. Dermatitis AtopikDi mana jenis dermatitis atopik eksim sendiri merupakan kondisi kulit yang biasanya muncul saat masa bayi. Penderita biasanya memiliki kulit kering dan muncul bercak ini sendiri disebabkan oleh kombinasi faktor seperti kulit kering, lingkungan, atau bakteri kulit. Selain itu juga diakibatkan oleh faktor Dermatitis KontakJenis dermatitis ini, sering terjadi ketika ada suatu zat menyentuh kulit dan menyebabkan alergi maupun iritasi. Reaksi ini bisa saja berkembang lebih lanjut menjadi ruam serta menimbulkan sensasi terbakar, menyengat, gatal bahkan kontak nantinya akan terjadi saat penderita bersentuhan langsung dengan iritasi atau alergi seperti deterjen, kosmetik, nikel. Dengan begitu hindari itu Dermatitis SeboroikDermatitis yang sering terjadi dan umum lainnya yaitu dermatitis yang menyerang dan terjadi di kulit kepala. Bahkan bisa juga terjadi di area wajah sampai dermatitis ini sering menyebabkan bercak bersisik, kulit merah, dan ketombe. Penyebab dermatitis ini biasanya disebabkan oleh jamur di kelenjar ICD 10 DermatitisNah, untuk kode ICD 10 atau kode BPJS dari penyakit kulit ini nantinya akan berbeda satu sama lain. Di setiap jenis dermatitis akan memiliki kode ICD yang berbeda kode ICD 10 nya. Berikut kode tersebutJENIS DERMATITISKODE ICD 10Dermatitis AtopikL20Dermatitis SeboroikL21Dermatitis Kontak AlergikaL23Dermatitis Kontak IritanL24Dermatitis DermatitisSetelah mengetahui hal-hal di atas, seperti kode ICD dan pengertian dermatitis. Anda juga perlu tahu apa saja gejala dari seorang yang mengalami penyakit dermatitis ini. Gejala umum yang kerap dirasakan sepertiGatal muncul berubah warna tampak terasa di area dermatitis mata, muka, selangkangan dan lainnya.Sensitif terhadap sinar & Pencegahan DermatitisSetelah tahu pengertian, jenis dan penyebab, kode ICD 10 dan gejala dari dermatitis. Maka Anda harus tahu juga pengobatan atau pencegahan penyakit kulit yang umum terjadi iniGunakan pelembap penggunaan produk dengan mengandung zat pemicu iritasi/ mengaruk area yang terjadi paparan zat penyebab iritasi/ di area dermatitis air dingin.Periksa ke dokter, jika sudah termasuk dermatitis obat-obatan sesuai anjuran perlu beri lindungi tangan sarung tangan saat melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan penyebab terjadinya pemeriksaan dermatitis ini sendiri, Anda para peserta BPJS bisa untuk memanfaatkan kepesertaannya. Karena dermatitis menjadi salah satu PENYAKIT YANG DITANGGUNG OLEH BPJS, sehingga tidak akan besar biaya pengobatannya atau bisa saja itulah informasi dapat sampaikan mengenai kode ICD 10 dari penyakit bernama dermatitis. Semoga adanya informasi seputar masalah kesehatan berupa dermatitis ini dapat bermanfaat.
ο»ΏAtype 1 excludes note is a pure excludes. It means "not coded here". A type 1 excludes note indicates that the code excluded should never be used at the same time as A00-B99.A type 1 excludes note is for used for when two conditions cannot occur together, such as a congenital form versus an acquired form of the same condition.
Uploaded byifa Datul 100% found this document useful 1 vote237 views3 pagesDescriptionicd 10 kulit kelaminOriginal TitlePOLI KULIT KODE ICD 10CopyrightΒ© Β© All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 1 vote237 views3 pagesPoli Kulit Kode Icd 10Original TitlePOLI KULIT KODE ICD 10Uploaded byifa Datul Descriptionicd 10 kulit kelaminFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Untukkode BPJS infeksi ini sendiri yaitu B37.2, yang mana jelas berbeda dengan kode jenis infeksi lainnya seperti INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) atau penyakit lainnya. Jadi perlu untuk Anda ketahui kode tersebut. Penyebab Paronychia. Setelah mengetahui kode BPJS-nya berikut Anda juga perlu mengetahui mengenai penyebab paronychia itu sendiri kenapa menyerang.
Dermatitis Atopi Pada anak Definisi Dermatitis AtopikKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikPredileksi Dermatitis AtopikPemeriksaan PenunjangDiagnosis KlinisDiagnosis Banding Dermatitis AtopikKomplikasiPenatalaksanaan dan Pengobatan Dermatitis AtopikPemeriksaan Penunjang LanjutanKonseling dan EdukasiRencana Tindak LanjutPrognosisKode ICD X Definisi Dermatitis Atopik Dermatitis Atopik DA adalah peradangan kulit berulang dan kronis dengan disertai gatal. Pada umumnya terjadi selama masa bayi dan anak-anak dan sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum serta riwayat atopi pada keluarga atau penderita. Sinonim dari penyakit ini adalah eczema atopik, eczema konstitusional, eczema fleksural, neurodermatitis diseminata, prurigo Besnier. Kode ICD 10 Dermatitis Atopik L20 Keluhan Pasien datang dengan keluhan gatal yang bervariasi lokasinya tergantung pada jenis dermatitis atopik lihat klasifikasi. Gejala utama DA adalah pruritus gatal, dapat hilang timbul sepanjang hari, tetapi umumnya lebih hebat pada malam hari. Akibatnya penderita akan menggaruk. Pasien biasanya mempunyai riwayat juga sering merasa cemas, egois, frustasi, agresif, atau merasa tertekan. Faktor Risiko a. Wanita lebih banyak menderita Dermatitis Atopik dibandingkan pria rasio 1. b. Riwayat atopi pada pasien dan atau keluarga rhinitis alergi, konjungtivitis alergi/vernalis, asma bronkial, dermatitis atopik, dll. c. Faktor lingkungan jumlah keluarga kecil, pendidikan ibu semakin tinggi, penghasilan meningkat, migrasi dari desa ke kota, dan meningkatnya penggunaan antibiotik. d. Riwayat sensitif terhadap wol, bulu kucing, anjing, ayam, burung, dan sejenisnya. Faktor pemicu a. Makanan telur, susu, gandum, kedelai, dan kacang tanah. b. Tungau debu rumah c. Sering mengalami infeksi di saluran napas atas kolonisasi Staphylococus aureus Pemeriksaan Fisik Patognomonis Kulit penderita Dermatitis Atopik a. Perabaan Kering, b. Pucat/redup, c. Jari tangan teraba dingin. d. Terdapat papul, likenifikasi, eritema, erosi, eksoriasi, eksudasi dan krusta pada lokasi predileksi. Predileksi Dermatitis Atopik a. Tipe bayi infantil Dahi, pipi, kulit kepala, leher, pergelangan tangan dan tungkai, serta lutut pada anak yang mulai merangkak Lesi berupa eritema, papul vesikel halus, eksudatif, krusta. b. Tipe anak Lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan bagian dalam, kelopak mata, leher, kadang-kadang di wajah. Lesi berupa papul, sedikit eksudatif, sedikit skuama, likenifikasi, erosi. Kadang-kadang disertai pustul. c. Tipe remaja dan dewasa Lipat siku, lipat lutut, samping leher, dahi, sekitar mata, tangan dan pergelangan tangan, kadang-kadang ditemukan setempat misalnya bibir mulut, bibir kelamin puting susu, atau kulit kepala. Lesi berupa plak papular eritematosa, skuama, likenifikasi, kadangkadang erosi dan eksudasi, terjadi hiperpigmentasi. Berdasarkan derajat keparahan terbagi menjadi Dermatitis Atopik sedang apabila mengenai kurang dari 10-50% luas permukaan kulit. Dermatitis Atopik berat apabila mengenai kurang dari > 50% luas permukaan kulit. Tanpa penyulit umumnya tidak diikuti oleh infeksi sekunder. Dengan penyulit disertai infeksi sekunder atau meluas dan menjadi relekalsitran tidak membaik dengan pengobatan standar. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan IgE serum Diagnosis Klinis Diagnosis Dermatitis Atopik ditegakkan berdasarkan anamnesis dan Pemeriksaan Fisik harus terdiri dari 3 kriteria mayor dan 3 kriteria minor dari kriteria Williams 1994 di bawah ini. Kriteria Mayor Pruritus Dermatitis di muka atau ekstensor pada bayi dan anak Dermatitis di fleksura pada dewasa Dermatitis kronis atau berulang Riwayat atopi pada penderita atau keluarganya Kriteria minor Xerosis. Infeksi kulit khususnya oleh S. aureus atau virus herpes simpleks. Iktiosis/ hiperliniar palmaris/ keratosis piliaris. Pitriasis alba. Dermatitis di papilla mamae. White dermogrhapism dan delayed blanch response. Kelilitis. Lipatan infra orbital Dennie-Morgan. Konjunctivitis berulang. Keratokonus. Katarak subskapsular anterior. Orbita menjadi gelap. Muka pucat atau eritem. Gatal bila berkeringat. Intolerans terhadap wol atau pelarut lemak. Aksentuasi perifolikular. Hipersensitif terhadap makanan. Perjalanan penyakit dipengaruhi oleh factor lingkungan dan atau emosi. Tes kulit alergi tipe dadakan positif. Kadar IgE dalam serum meningkat. Mulai muncul pada usia dini. Pada bayi, kriteria Diagnosis Dermatitis Atopik dimodifikasi menjadi 3 kriteria mayor berupa Riwayat atopi pada keluarga. Dermatitis pada muka dan ekstensor. Pruritus. ditambah 3 kriteria minor berupa Xerosis/iktiosis/hiperliniaris palmaris, aksentuasi perifolikular. Fisura di belakang telinga. Skuama di scalp kronis. Diagnosis Banding Dermatitis Atopik Dermatitis seboroik terutama pada bayi, Dermatitis kontak, Dermatitis numularis, Skabies, Iktiosis, Psoriasis terutama di daerah palmoplantar, Sindrom Sezary, Dermatitis herpetiformis. Pada bayi, Diagnosis banding, yaitu Sindrom imunodefisiensi misalnya sindrom Wiskott-Aldrich, Sindrom hiper IgE. Komplikasi Infeksi sekunder Perluasan penyakit eritroderma Penatalaksanaan dan Pengobatan Dermatitis Atopik a. Penatalaksanaan dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, yaitu Menemukan faktor risiko Menghindari bahan-bahan yang bersifat iritan termasuk pakaian sepert wol atau bahan sintetik Memakai sabun dengan pH netral dan mengandung pelembab Menjaga kebersihan bahan pakaian Menghindari pemakaian bahan kimia tambahan Membilas badan segera setelah selesai berenang untuk menghindari kontak klorin yang terlalu lama Menghindari stress psikis Menghindari bahan pakaian terlalu tebal, ketat, kotor Pada bayi, menjaga kebersihan di daerah popok, iritasi oleh kencing atau feses, dan hindari pemakaian bahan-bahan medicatedbaby oil Menghindari pembersih yang mengandung antibakteri karena menginduksi resistensi b. Untuk mengatasi keluhan, farmakoterapi diberikan dengan Topikal 2x sehari Pada lesi di kulit kepala, diberikan kortikosteroid topikal, seperti Desonid krim catatan bila tidak tersedia dapat digunakan fluosinolon asetonidkrim selama maksimal 2 minggu. Pada kasus dengan manifestasi klinis likenifikasi dan hiperpigmentasi, dapat diberikan golongan betametason valerat krim atau mometason furoat krim Pada kasus infeksi sekunder, perlu dipertimbangkan pemberian antibiotik topikal atau sistemik bila lesi meluas. Oral sistemik Antihistamin sedatif yaitu hidroksisin 2 x 1 tablet selama maksimal 2 minggu, atau Loratadine 1Γ10 mg/ hari atau antihistamin non sedatif lainnya selama maksimal 2 minggu Pemeriksaan Penunjang Lanjutan Pemeriksaan untuk menegakkan atopi, misalnya skin prick test/tes uji tusuk pada kasus dewasa. Konseling dan Edukasi Penyakit bersifat kronis dan berulang sehingga perlu diberi pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk menghindari faktor risiko dan melakukan perawatan kulit secara benar. Memberikan informasi kepada keluarga bahwa prinsip pengobatan adalah menghindari gatal, menekan proses peradangan, dan menjaga hidrasi kulit. Menekankan kepada seluruh anggota keluarga bahwa modifikasi gaya hidup tidak hanya berlaku pada pasien, juga harus menjadi kebiasaan keluarga secara keseluruhan. Rencana Tindak Lanjut Diperlukan pengobatan pemeliharaan setelah fase akut teratasi. Pengobatan pemeliharaan dengan kortikosteroid topikal jangka panjang 1 kali sehari dan penggunaan krim pelembab 2 x sehari, sepanjang waktu. Pengobatan pemeliharaan dapat diberikan selama maksimal 4 minggu. Pemantauan efek samping kortikosteroid. Bila terdapat efek samping, kortikosteroid dihentikan. Prognosis Prognosis pada pasien Dermatitis Atopik umumnya bonam, dapat terkendali dengan pengobatan pemeliharaan. Kode ICD X Kode ICD X Dermatitis Atopik adalah L20
Definisi Dermatitis Seboroik (DS) merupakan istilah yang digunakan untuk segolongan kelainan kulit yang didasari oleh faktor konstitusi (predileksi di tempat-tempat kelenjar sebum). Dermatitis Seboroik berhubungan erat dengan keaktifan glandula sebasea. (Kode ICD 10 Dermatitis Seboroik : L21)
ο»ΏIlustrasi kumpulan kode icd-10 poli kulit kelaminArtikel ini memuat sederet Kode ICD-10 Poli Kulit dan Kelamin, beberapa diagnosis paling umum dijumpai pada poliklinik di fasilitas pelayanan spesialis kulit kerap menuliskan kondisi medis yang mempengaruhi kulit yang mana itu disebut pula sebagai penyakit atau kelainan mencakup semua penyakit yang cenderung menyumbat, mengiritasi, atau gangguan lain pada kulit ini, baik sementara maupun kronis, dapat menyebabkan ruam, peradangan, gatal, atau perubahan lain yang dapat berdampak pada permukaan kulit secara faktor gaya hidup dapat menyebabkan beberapa kelainan kulit, yang lain mungkin faktor gen atau gaya hidup atau mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dapat meredakan hingga mengatasi masalah kulit yang dokter kulit yang menangani menegakkan diagnosis terkait kulit yang kompleks, memilih kodenya untuk tagihan BPJS itu bukan perkara mudah. Begitupun untuk klasifikasi diagnosis mungkin menantang karena faktor detail dan spesifisitas kode Kode ICD-10 Poli Kulit KelaminDi bawah telah tersusun baris Kode ICD-10 di Poli kulit paling sering digunakan. Seperti misalnya Dermatitis Atopik Eksim β salah satu jenis eksim yang umumnya diderita anak-anak, ditandai dengan kulit gatal dan merah. Kulit kering, gatal, dan ruam merah intermiten mungkin menandakan atopic dermatitis AD. Biasanya wajah, pipi, kulit kepala, lengan, dan kaki akan timbul ruam. Pergelangan tangan, pergelangan kaki, mata, leher bagian depan, lekukan siku, dan lutut juga dapat mengembangkannya. Berikut adalah kode ICD-10-CM untuk Dermatitis AtopikL20 β Dermatitis β Gatal β Dermatitis atopik β Neurodermatitis β Eksim β Eksim infantil akut kronis. β Eksim intrinsik alergi. β Dermatitis atopik β Dermatitis atopik, tidak spesifikAcne Jerawat Vulgaris - Jerawat adalah kondisi kulit umum yang sering terjadi akibat ketidakseimbangan hormon. Hal ini disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar minyak kulit sebaceous dan folikel rambut. Kondisi kulit dapat memengaruhi orang dengan warna kulit apa pun dan bermanifestasi sebagai nodul yang menyakitkan, kista, nodul, atau jerawat. Penyakit ini sering bermanifestasi sebagai gejala pada wajah, leher, bahu, dada, dan punggung atas. Jerawat dapat menimbulkan bekas luka atau bintik hitam pada kulit jika tidak diobati. Di antara kode ICD-10 untuk Acne yaituL70 β Acne-0 vulgaris-1 konglobata-2 varioliformis-3 tropis-4 infantil-5 Eksoriasi-8 lainnya-9 JerawatRosacea adalah kelainan kulit umum yang menyebabkan wajah memerah, dan pembuluh darah terlihat. Selain itu, dapat menyebabkan jerawat kecil berisi nanah. Meskipun etiologi yang tepat dari rosacea tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh campuran faktor keturunan, lingkungan, dan sistem kekebalan. Dalam beberapa kasus, peradangan rosacea berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum mereda untuk sementara. Untuk mengatasi gejalanya, obat yang dianjurkan dioleskan dan diminum dengan meminum pil, tablet, atau kapsul. Kode ICD-10 di area ini meliputiL71 β Dermatitis Rosacea unspecifiedKeratosis aktinik, kadang-kadang disebut sebagai keratosis matahari, adalah penyakit kulit yang menyebabkan bercak kasar dan bersisik pada kulit setelah bertahun-tahun terpapar sinar matahari. Biasanya dimulai di pipi, bibir, telinga, lengan bawah, kulit kepala, leher, atau punggung tangan, bercak bersisik berkembang perlahan. Menurut perkiraan, orang dewasa di atas 40 tahun lebih mungkin terkena penyakit ini. Jika tidak diobati, menyebabkan atau meningkatkan kemungkinan karsinoma sel skuamosa, sejenis kanker kulit. Kondisi tersebut memiliki kode ICD-10 berikut Actinic keratosisHives - Biduran, diklasifikasikan dalam urtikaria, dicirikan oleh bilur-bilur yang gatal dan terangkat pada kulit yang biasanya berwarna merah, merah muda, atau berwarna daging. Benjolan adalah pembengkakan yang menyerupai ruam pada kulit. Biduran biasanya diakibatkan oleh reaksi alergi terhadap suatu zat, seperti obat atau makanan, atau dari iritasi lingkungan. Penyakit ini terkadang bersifat kronis atau sementara. Antihistamin non-penenang yang membantu memblokir atau mengurangi respons alergi tubuh adalah bagian dari pengobatan. Pasien dapat diberikan obat yang lebih kuat atau kortikosteroid untuk kondisi yang terus-menerus. Kode ICD-10 terdiri dariL50 β Urtikaria-0 alergi-1 idiopatik-2 Ruam urtikaria karena dingin dan panas-3 dermatografi-4 getar-5 kolinergik-6 β Urtikaria β Urtikaria non spesifikShingles, terkadang dikenal sebagai herpes zoster, adalah kondisi kulit yang menyebabkan lepuh atau ruam kulit yang menyakitkan dan dianggap sebagai infeksi virus. Virus varicella-zoster adalah akar penyebab penyakit ini. Menurut laporan, Amerika Serikat melihat sekitar 1 juta diagnosis herpes zoster setiap tahun. Ini biasanya bermanifestasi sebagai sekelompok lepuh atau ruam pada satu bagian tubuh. Seiring bertambahnya usia, peluang mereka untuk mengembangkan herpes zoster meningkat, dengan orang berusia di atas 50 tahun merupakan hampir setengah dari semua kasus. Kode ICD-10-nyaB02 Zoster [herpes zoster] Ensefalitis Meningitis Zoster dengan keterlibatan sistem saraf Ganglionitis genikulatum Neuralgia trigeminal Polineuropati Mielitis Keterlibatan sistem saraf postherpetik Penyakit mata β¦ β¦ tidak Konjungtivitis Iridosiklitis Keratitis Skleritis Penyakit mata herpes zoster Zoster Zoster dengan komplikasi Zoster tanpa komplikasiDemikian rangkuman Kode ICD-10 Poli Kulit & Kelamin. Semoga berguna.
A00A79 - infeksi bakteri dan penyakit infeksi usus lainnya, dan PMS (A00-A09) Penyakit infeksi usus Kolera demam Tifus dan Paratipus Tifus. Infeksi dikarenakan oleh Salmonella typhi (S typhi) kuman penyebab demam tifoid Demam paratipus A Demam paratipus B
10 November 2018 Kedokteran Dermatofitosis / Tinea atau Jamur DefinisiKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikPemeriksaan PenunjangDiagnosis KlinisKlasifikasi DermatofitosisDiagnosis BandingKomplikasipengobatan Penyakit Jamur KulitKonseling dan EdukasiPrognosisKode ICD 10 Definisi Dermatofitosis adalah penyakit jamur kulit yang memiliki sifat mencernakan keratin di jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku. Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Sumber penularan dapat berasal dari manusia jamur antropofilik, binatang jamur zoofilik atau dari tanah jamur geofilik. Kode ICD 10 Dermatofitosis B35 Keluhan Pada sebagian besar infeksi dermatofita, pasien datang dengan bercak merah bersisik yang gatal. Adanya riwayat kontak dengan orang yang mengalami dermatofitosis. Faktor Risiko Lingkungan yang lembab dan panas Imunodefisiensi Obesitas Diabetes Melitus Pemeriksaan Fisik Gambaran umum penyakit jamur kulit Lesi berbentuk infiltrat eritematosa, berbatas tegas, dengan bagian tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah, dan konfigurasi polisiklik. Lesi dapat dijumpai di daerah kulit berambut terminal, berambut velus glabrosa dan kuku. Pemeriksaan Penunjang Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan KOH, akan ditemukan hifa panjang dan artrospora. Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan Pemeriksaan Fisik. Bila diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi Dermatofitosis Klasifikasi dermatofitosis yang praktis adalah berdasarkan lokasi, yaitu antara lain Tinea kapitis, dermatofitosis pada kulit dan rambut kepala Tinea barbe, dermatofitosis pada dagu dan jenggot Tinea kruris, pada daerah genitokrural, sekitar anus, bokong, dan perut bagian bawah. Tinea pedis et manum, pada kaki dan tangan Tinea unguium, pada kuku jari tangan dan kaki Tinea korporis, pada bagian lain yang tidak termasuk bentuk 5 tinea di atas. Bila terjadi di seluruh tubuh disebut dengan tinea imbrikata. Diagnosis Banding a. TINEA KORPORIS Dermatitis numularis. Pytiriasis rosea. Erythema annulare centrificum. Granuloma annulare. b. TINEA KRURIS Candidiasis. Dermatitis Intertrigo. Eritrasma. c. TINEA PEDIS Hiperhidrosis. Dermatitis kontak. Dyshidrotic eczema. d. TINEA MANUM Dermatitis kontak iritan Psoriasis e. TINEA FASIALIS Dermatitis seboroik Dermatitis kontak Komplikasi Jarang ditemukan, dapat berupa infeksi bakterial sekunder. pengobatan Penyakit Jamur Kulit a. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian handuk/pakaian secara bersamaan harus dihindari. b. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu dengan c. Antifungal topikal seperti krim klotrimazol, mikonazol, atau terbinafin, yang diberikan hingga lesi hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk mencegah rekurensi. d. Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi topikal, dilakukan pengobatan sistemik dengan Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g untuk orang dewasa dan 0,25 β 0,5 g untuk anak-anak sehari atau 10-25 mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis. Golongan azol, seperti Ketokonazol 200 mg/hari, Itrakonazol 100 mg/hari, atau Terbinafin 250 mg/hari Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada pagi hari setelah makan. Konseling dan Edukasi Pasien penyakit jamur kulit diedukasi mengenai penyebab dan cara penularan penyakit. Edukasi pasien dan keluarga juga untuk menjaga hygienetubuh, namun penyakit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya. Prognosis Pasien dengan imunokompeten, prognosis umumnya bonam, sedangkan pasien dengan imunokompromais, quo ad sanationamnya menjadi dubia ad bonam. Kode ICD 10 Kode ICD X Penyakit Jamur Kulit adalah B35 About The Author dr. Agus Haryono
Kode ICD 10 penyakit cacing tambang : B68) Diperkirakan sekitar 576 - 740 juta orang di dunia terinfeksi dengan cacing tambang. Di Indonesia insiden tertinggi ditemukan terutama didaerah pedesaan khususnya perkebunan. Seringkali golongan pekerja perkebunan yang langsung berhubungan dengan tanah, mendapat infeksi lebih dari 70%. Keluhan
JanuariFebruariMaretJanuari No. Kode ICD 10 Deskripsi Kasus Baru menurut Jenis Kelamin LK Kasus Baru menurut Jenis Kelamin PR Jumlah Kasus Baru4+5 Jumlah Kunjungan 1 H 52 Gangguan refraksi dan akomodasi 112 89 201 353 2 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 112 86 198 292 3 M Nyeri punggung bawah 49 71 120 498 4 D7,9-D12 D21,D26,D28-29 D31-32,D34-D36 Neoplasma jinak lainnya 44 45 89 271 5 H 10 β H 13 Konjungtivitis dan gangguan lain konjungtiva 55 31 86 129 6 S42,S52,S62,82 S 92, T 10, T 12 Fraktur tulang anggota gerak 53 30 83 174 7 E 15 β 18, 58, 63, 65, 67 β E 85, 87 β 90 Gangguan endoktrin, nutrisi dan metabolik lainnya 25 49 74 223 8 L 10 β L 22 L 25 β L 99 Penyakit kulit dan jaringan subkutan lainnya 35 38 73 128 9 I Penyakit jantung koroner 27 42 69 990 10 J00-J01, J05-J06 Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya 27 38 65 85 Februari No. Kode ICD 10 Deskripsi Kasus Baru menurut Jenis Kelamin LK Kasus Baru menurut Jenis Kelamin PR Jumlah Kasus Baru4+5 Jumlah Kunjungan 1 H 52 Gangguan refraksi dan akomodasi 65 71 136 266 2 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 70 46 116 207 3 H 52 Gangguan refraksi dan akomodasi 65 71 136 266 4 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 70 46 116 207 5 D7,9-D12 D21,D26,D28-29 D31-32,D34-D36 Neoplasma jinak lainnya 17 46 63 218 6 G 81 β G 83 Sindrom paralitik lainnya 38 25 63 309 7 H 10 β H 13 Konjungtivitis dan gangguan lain konjungtiva 30 32 62 105 8 S42,S52,S62,82 S 92, T 10, T 12 Fraktur tulang anggota gerak 36 22 58 147 9 K 30 Dispepsia 17 39 56 152 10 L 10 β L 22 L 25 β L 99 Penyakit kulit dan jaringan subkutan lainnya 25 29 54 123 Maret No. Kode ICD 10 Deskripsi Kasus Baru menurut Jenis Kelamin LK Kasus Baru menurut Jenis Kelamin PR Jumlah Kasus Baru4+5 Jumlah Kunjungan 1 H 52 Gangguan refraksi dan akomodasi 75 63 138 269 2 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 75 53 128 209 3 R 50 Demam yang sebabnya tak diketahui 62 59 121 179 4 M Nyeri punggung bawah 26 64 90 464 5 G 81 β G 83 Sindrom paralitik lainnya 45 28 73 368 6 H 10 β H 13 Konjungtivitis dan gangguan lain konjungtiva 30 32 62 105 7 I 10 Hipertensi esensial primer 22 29 51 180 8 S42,S52,S62,82 S 92, T 10, T 12 Fraktur tulang anggota gerak 28 23 51 162 9 D7,9-D12 D21,D26,D28-29 D31-32,D34-D36 Neoplasma jinak lainnya 25 25 50 246 10 J00-J01, J05-J06 Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya 25 25 50 70 JanuariFebruariMaretJanuari No. Kode ICD 10 Deskripsi Pasien Keluar Hidup Menurut Jenis Kelamin LK Pasien Keluar Hidup Menurut Jenis Kelamin PR Pasien Keluar Meninggal Menurut JK LK Pasien Keluar Meninggal Menurut JK PR Total 1 J 12 β J 18 Pneumonia 41 33 3 1 74 2 N 18 Gagal ginjal Kronik 26 29 4 3 55 3 D7,9-D12 D21,D26,D28-29 D31-32,D34-D36 Neoplasma jinak lainnya 21 32 0 2 53 4 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 28 23 0 0 51 5 A 09 Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu kolitis infeksi 24 26 0 1 50 6 C 50 Neoplasma ganas payudara 0 45 0 2 45 7 I 50 Gagal jantung 29 15 2 2 44 8 S42,S52,S62,82 S 92, T 10, T 12 Fraktur tulang anggota gerak 26 10 0 0 36 9 R 50 Demam yang sebabnya tak diketahui 20 15 0 0 35 10 K 30 Dispepsia 14 17 0 0 31 Februari No. Kode ICD 10 Deskripsi Pasien Keluar Hidup Menurut Jenis Kelamin LK Pasien Keluar Hidup Menurut Jenis Kelamin PR Pasien Keluar Meninggal Menurut JK LK Pasien Keluar Meninggal Menurut JK PR Total 1 J 12 β J 18 Pneumonia 30 36 0 2 66 2 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 33 32 0 0 65 3 R 50 Demam yang sebabnya tak diketahui 26 25 0 0 51 4 N 18 Gagal ginjal Kronik 23 26 1 6 49 5 D7,9-D12 D21,D26,D28-29 D31-32,D34-D36 Neoplasma jinak lainnya 20 22 0 0 42 6 A 91 Demam berdarah dengue 18 21 0 0 39 7 K 30 Dispepsia 16 22 0 0 38 8 A β A Tuberkulosis paru lainnya 23 7 1 1 30 9 A 09 Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu kolitis infeksi 11 18 0 0 29 10 R 10 Nyeri perut dan panggul 14 15 1 0 29 Maret No. Kode ICD 10 Deskripsi Pasien Keluar Hidup Menurut Jenis Kelamin LK Pasien Keluar Hidup Menurut Jenis Kelamin PR Pasien Keluar Meninggal Menurut JK LK Pasien Keluar Meninggal Menurut JK PR Total 1 R 50 Demam yang sebabnya tak diketahui 38 28 0 0 66 2 I 50 Gagal jantung 33 31 1 1 64 3 J 12 β J 18 Pneumonia 29 26 1 0 55 4 D7,9-D12 D21,D26,D28-29 D31-32,D34-D36 Neoplasma jinak lainnya 21 32 0 1 53 5 A 91 Demam berdarah dengue 25 16 1 1 41 6 H 25 β H 28 Katarak dan gangguan lain lensa 25 15 0 0 40 7 N 18 Gagal ginjal Kronik 26 14 1 2 40 8 K 30 Dispepsia 13 23 1 0 36 9 R 10 Nyeri perut dan panggul 12 24 0 0 36 10 A 09 Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu kolitis infeksi 14 15 0 0 29 Last Updated on 5 years by
KodeICD 10 Diagnosis dalam Bahasa Indonesia; Otitis externa: H60: Otitis eksterna (Radang atau Infeksi Pada Telinga Luar) Abscess of external ear: H60.0: Abses pada telinga luar: Abscess of external ear unspecified ear: H60.00: Abses pada telinga luar pada telinga yang tidak spesifik: Abscess of right external ear: H60.01: Abses pada telinga luar kanan
24 November 2018 Uncategorized Kandidiasis Mulut PengertianKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikDiagnosis KlinisDiagnosis BandingKomplikasipengobatan Kandidiasis MulutRencana Tindak LanjutKriteria RujukanSarana PrasaranaPrognosisKode ICD 10 Kandidiasis Mulut Pengertian Kandidiasis Mulut adalah Infeksi Candida albicans ini menyerang kulit, mukosa maupun organ dalam, sedangkan pada bayi dapat terinfeksi melalui vagina saat dilahirkan, atau karena dot yang tidak steril. Kode ICD 10 B Keluhan Keluhan Rasa gatal dan perih di mukosa mulut, rasa metal, dan daya kecap penderita yang berkurang. Faktor Risiko Imunodefisiensi Pemeriksaan Fisik a. Bercak merah, dengan maserasi di daerah sekitar mulut, di lipatan intertriginosa disertai bercak merah yang terpisah di sekitarnya satelit. b. Guam atau oral thrush yang diselaputi pseudomembran pada mukosa mulut. Pemeriksaan Penunjang Sel ragi dapat dilihat di bawah mikroskop dalam pelarut KOH 10% atau pewarnaan Gram. Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Diagnosis Banding Peradangan mukosa mulut yang disebabkan karena bakteri atau virus. Komplikasi Diare karena kandidiasis saluran cerna. pengobatan Kandidiasis Mulut a. Memperbaiki status gizi dan menjaga kebersihan oral b. Kontrol penyakit predisposisinya c. Gentian violet 1% dibuat segar/baru atau larutan nistatin β IU/ml yang dioleskan 2 β 3 kali sehari selama 3 hari Rencana Tindak Lanjut a. Dilakukan skrining pada keluarga dan perbaikan lingkungan keluarga untuk menjaga tetap bersih dan kering. b. Pasien kontrol kembali apabila dalam 3 hari tidak ada perbaikan dengan obat anti jamur. Kriteria Rujukan Bila merupakan akibat dari penyakit lainnya, seperti HIV. Sarana Prasarana a. Larutan KOH b. Mikroskop Prognosis Prognosis pada pasien dengan imunokompeten umumnya bonam Kode ICD 10 Kandidiasis Mulut ICD X B About The Author dr. Agus Haryono
KodeICD 10 - Bagi anda yang bekerja di pukesmas ataupun rumah sakit sudah tidak asing mendengar istilah kode diagnosa, Infeksi kulit dan jaringan subkutan: L 00 - L 08: 962: Infeksi lainnya yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual: A 57 - A 64: 963: infeksi luka oprasi (ILO) T81.4: 964:
KKPMT IV SESI 3 dan 4 ICD-10 CHAPTER XII Disusun oleh dr. Mayang Anggraini Naga RM-MIK β U-EU - Jakarta Revisi 2015 1 KOMPETENSI Mampu Menentukan kode Diseases of Skin & Subcutaneous tissue Penyakit Kulit dan Jaringan di Bawah Kulit Dengan benar dan tepat Sesuai nkondisin yang disandang pasien 2 KEKHUSUSAN BAB XII Diseases of the skin and subcutaneous tissue L 00 -L 99 Perhatikan Excl. yang ada di bawah judul BAB ini [531] BAB ini terbagi dalam blok L 00 β L 08 Infeksi kulit dan jaringan subcutaneous L 10 β L 14 Bullous disorders L 20 β L 30 Dermatitis dan eczema L 40 β L 45 Papulosquamous disorders L 50 β L 54 Urticaria & erythema L 55 β L 59 Radiation-related disord. of the skin. . . L 60 β L 75 Disord. of skin appendages L 80 β L 99 Other disord. of the skin & subcut. tissue 3 Lanjutan Ada enam 6 kategori bertanda * L 14* Gangguan Bullous pd penyakit di bagian lain L 45* Gangguan Papulosquamous pd peny. di bag. lain L 54* Erythema pada penyakit di bagian lain L 62* Gangguan Kuku pada penyakit di bagian lain L 86* Keratoderma pada penyakit di bagian lain L 99* Gangguan lain pada penyakit di bagian lain Bila kode tersebut di atas akan diterapkan harus cari partner kode yang bertanda dagger 4 Bab XII dibagi dalam Block Blok L 00 -L 08 Infections of the skin and subcutaneous tissue Infeksi kulit dan jaringan di bawah kulit Ada keterangan di [532] Use additional code B 95 -97, bila dikehendaki, untuk mengidentifikasi agen infeksinya. Cari di antara nomor code B 95 -B 97 untuk menjelaskan nama kuman penyebab infeksi terkait sebagai code tambahan Perhatikan keterangan Note di [161] berkaitan dengan aturan pemanfaatan nomor code B 95 -B 97 5 Lanjutan Contoh Carbuncle di muka karena infeksi streptokokal A L 02. 0 B 95. 0 Paronychia akibat infeksi staphylokokal L 03. 0 B 95. 8 Cellulitis organs genital eksternus pada wanita N 76. 4 pria N 48. 2 atau N 49. N 76 ada Use additional. . . B 95 -B 98 Beda dengan Lymphadenitis akut pada muka akibat TB A 18. 4 6 Lanjutan β’ L 00. X Staphylococcal scalded skin syndrome Incl. . . Excl. . . . β’ L 01 Impetigo Excl. . . . L 01. 0 Impetigo [any organism] [any site] L 01. 1 Impetiginizatiion of other dermatoses β’ L 02 Cutaneous abscess, furuncle & carbuncle Incl. . . Excl. . . . L 02. 0, L 02. 2 dan L 02. 3 ada Excl. . . . L 02. 1; L 02. 4 dan L 02. 8; L 02. 9 7 Lanjutan β’ L 03 Cellulitis Incl. . . . Excl. . . . L 03. 0; L 03. 1; L 03. 2 dan L 03. 8; L 03. 9. Pada L 03. 3 ada Excl. . . . β’ L 04 Acute lymphadenitis Incl. . . . Excl. . . . L 04. 0; L 04. 1; L 04. 2; L 04. 3 dan L 04. 8; L 04. 9. β’ L 05 Pilonidal cyst Incl. . . . L 05. 0 dan L 05. 9. 8 Lanjutan β’ L 08 Other local infections of skin & subcut. . L 08. 0 Pyoderma Dermatitis - purulent - septic - suppurative Excl. . . . L 08. 1 Erythrasma, dan L 08. 8; L 08. 9 9 L 10 - L 14 * Bullous disorders Gangguan dengan UKK berbentuk bullous = pelepuh bulat besar bercairan [536 -537] Excl. . . L 10 Pemphigus Excl. . . . L 10. 0; L 10. 1; L 10. 2; L 10. 3; L 10. 4 ; L 10. 8; L 10. 9 L 10. 5 Drug-induced pemphigus Use additional ext. cause code. . . L 11 Other acantholytic disorders L 11. 0 ada Excl. . . . L 11. 1; L 11. 8; L 11. 9 10 Contoh L 10. 5 Drug-induced pemphigus Ada perintah Use additional external cause code Chapter XX, bila dikehendaki untuk identifikasi obat/zat penyebabnya. Bisa dicari di Bab XX, atau menelusuri langsung di Seksi III Indeks Alfabetik ICD-10 Vol. 3 bila nama generik/kimianya diketahui. Pemphigus akibat alergi penicilline dalam periode terapi rheumatik jantung 802 Penicillin any L 10. 5 T 36. 0 Y 40. 0 11 Lanjutan-1 β’ L 12 Pemphigoid Excl. . . . L 12. 0; L 12. 1; L 12. 2; L 12. 8; L 12. 9 L 12. 3 ada Excl. . . . β’ L 13 Other bullous disorders L 13. 0; L 13. 1; L 13. 8; L 13. 9 β’ L 14*. X Bullous disorders in diseases classified elsewhere. 12 Dermatitis and eczema L 20 -L 30 Dermatitis dan eksim Perhatikan Note yang ada di bawah judul Blok ini [ 537 -542] yang menjelaskan bahwa istilah dermatitis dan eksim digunakan secara sinonymous dan berganti-gantian. Contoh Eksim infantile akut L 20. 8 Neurodermatitis diffuse L 20. 8 Dermatitis karena alergi salep anti-jamur L 23. 3 T 49. 0 X 44. - , bila kejadian di rumah X 44. 0 Eksim akibat iritasi detergents Eksim pada telinga luar L 24. 0 H 60. 5 13 Lanjutan β’ L 20 Atopic dermatitis Excl. . . . L 20. 0 dan L 20. 8; L 20. 9. β’ L 21 Seborrhoeic dermatitis Excl. . . . L 21. 0; L 21. 1 dan L 21. 8; L 21. 9. β’ L 22. X Diaper [napkin] dermatitis Incl. . . . β’ L 23 Allergic contact dermatitis Incl. . . . Excl. . . . L 23. 0; L 23. 1; L 23. 2; L 23. 4; L 23. 5; L 23. 7 dan L 23. 8; L 23. 9. Pada L 23. 3 dan L 23. 6 ada Excl. . . . 14 Lanjutan β’ L 24 Irritant contact dermatitis Incl. . . . Excl. . . . L 24. 0; L 24. 1; L 24. 2; L 24. 3; L 24. 5; L 24. 7; dan L 24. 8; L 24. 9. Pada L 24. 4 dan L 24. 6 ada Excl. . . . β’ L 25 Unspecified contact dermatitis Incl. . . . Excl. . . . L 25. 0; L 25. 2; L 52. 3; L 25. 5 dan L 25. 8; L 52. 9. Pada L 25. 1 ada Use additional external. . Pada L 25. 1 dan L 25. 4, L 52. 3 ada Excl. . . . β’ L 26. X Exfoliative dermatitis Incl. . . . Excl. . . . 15 Lanjutan β’ L 27 Dermatitis due to subst. taken intern. . . Excl. . . . Pada L 27. 0, L 27. 1 ada Use additional. . . Pada L 27. 2 ada Excl. . . . L 27. 8; L 27. 9. β’ L 28 Lichen simplex chronicus & prurigo L 28. 0; L 28. 1 dan L 28. 2. β’ L 29 Pruritis Excl. . . . L 29. 0; L 29. 1; L 29. 2; L 29. 3 dan L 29. 8; L 29. 9. β’ L 30 Other dermatitis Excl. . . . L 30. 0; L 30. 1; L 30. 2; L 30. 3; L 30. 4; L 30. 5 dan L 30. 8; L 30. 9. 16 L 40 -L 45 Papulosquamous disorders Gangguan dengan papulosquamous [ 542 -543] L 40 Psoriasis L 40. 0; L 40. 1; L 40. 2; L 40. 3; L 40. 4; L 40. 8; L 40. 9 L 40. 5 Arthropathic psoriasis M 07. 0 - M 07. 3*, M 09. 0* L 41 Para psoriasis Excl. . . . L 41. 0; L 41. 1; L 41. 2; L 41. 3; L 41. 4; L 41. 5 dan L 41. 8; L 41. 9 L 42 Pityriasis rosea 17 Lanjutan L 43 Lichen planus Excl. . . . L 43. 0; L 43. 1; L 43. 3; L 43. 8; L 43. 9 L 43. 2 Lichenoid drug reaction Use additional external cause code β¦. L 44 Other papulosquamoue disorders L 44. 0; L 44. 1; L 44. 2; L 44. 3; L 44. 4; L 44. 8; L 44. 9 L 45* Papulosquamous dis. in diseases classified elsewhere 18 L 50 -L 54 Urticaria and erythema [544 -545] Excl. Lyme disease A 69. 2 rosacea L 71. - L 50 Urticaria Excl. β¦. L 50. 0; L 50. 1; L 50. 2; L 50. 3; L 50. 4; L 50. 5; L 50. 6 dan L 50. 8; L 50. 9 L 53. 0 Toxic erythema Use additional β¦. L 51 Erythema multiforme L 51. 0; L 51. 1; L 51. 2 dan L 51. 8; L 51. 9 19 Lanjutan L 52 L 53 Erythema nodusum Other erythematous conditions Excl. . . . L 53. 0 Toxic erythema Excl. . . L 53. 1; L 53. 2; L 53. 3 dan L 53. 8; L 53. 9 L 54* Erythema in diseases classified elsew. L 54. 0* dan L 54. 8* 20 L 55 - L 59 Radiation-related disorders of the skin and subcutaneous tissue [545 -546] Gangguan kulit dan jaringan di bawah kulit terkait radiasi L 55 Sunburn dirinci sesuai derajat sunburnnya. L 56 Other acute skin changes due to ultraviolet radiation dirinci apa gangguan akibat phototoxic atau photo allergic response, atau photocontact atau polymorphous light eruption, atau perubahan kulit akibat UV. 21 Lanjutan-1 L 56. 0 L 56. 1 L 56. 2; L 56. 3; L 56. 4 dan L 56. 8; L 56. 9 L 57 Skin changes due to chronic exposure to nonionizing radiation L 57. 0; L 57. 1; L 57. 2; L 57. 3; L 57. 4; L 57. 5 dan L 57. 8; L 57. 9 L 58 Radiodermatitis L 58. 0 acute; L 58. 1 Chronic; L 58. 9 unspecified 22 Lanjutah-2 L 59 Other disorders of skin and subcutaneous tissue related to radiation. L 59. 0 Erythema ab igne [dermatitis ab igne] L 59. 8 Other specified disorders of skin and subcutaneous tissue related to radiation L 59. 9 Disorder of skin and subcutaneous tissue related to radiation, unspecified. 23 L 60 - L 75 Disorders of skin appendages [547 -550] Excl. congenital malforamation of integument Q 84. - L 60 Nail disorders gangguan kuku Excl. . . . L 60. 0; L 60. 1; L 60. 2; L 60. 3; L 60. 4; L 60. 5 dan L 60. 8; L 60. 9 L 62* Nail disorders in diseases classified elsewhere gangguan kuku akibat penyakit yang terklasifikasi di bagian lain nomor Code harus pakai tanda L 62. 0* dan L 62. 8* 24 Lanjutan-1 L 63 L 64 L 65 L 66 L 67 Alopecia botak areata L 63. 0; L 63. 1; l 63. 8 dan L 63. 9 L 63. 2 Ophiasis ophiosis = alopecia areata > children Androgenic alopecia Other nonscarring hair loss Cicatrical alopecia [Scarring hair loss] Hair colour and hair shaft abnormalities Diagnosis botak hendaknya dijelaskan causanya. 25 Lanjutan -2 [548 -550] L 67 Hair colour and hair abnormalities Warna rambut dan abnormalitas rambut Excl. monilethrix Q 84. 1 pili annulati Q 84. 1 telogen effluvium L 65. 0 L 67. 0; L 67. 1 dan L 67. 8; L 67. 9 L 68 Hypertrichosis Rambut terlalu lebat Incl. . . . Excl. . . . L 68. 0 dan L 68. 1 ada Use addit. external β¦. L 68. 2; L 68. 3 dan L 68. 8; L 68. 9 26 Lanjutan L 70 Acne Jerawat Excl. acne keloid L 73. 0 Masing digit ke 4 merinci tentang jenis jerawat. L 70. 0; L 70. 1; L 70. 2; L 70. 3; L 70. 4; L 70. 5 L 70. 8 Other acne dan L 08. 9 Acne unspec. L 71 Rosacea L 71. 0 Use additional external cause code Chap. XX, if desired, to identify drug, if drug induced L 71. 1 dan L 71. 8; L 71. 9 27 Lanjutan-3 L 72 Follicular cysts of skin and subcutaneous t. L 72. 0; L 72. 1; L 72. 2 dan L 72. 8; L 72. 9 L 73 Other Follicuar disorders L 73. 0; L 73. 1; L 73. 2 dan L 73. 8; L 73. 9 28 Lanjutan-4 L 75 Apocrine sweat disorders Excl. dyshidrosis [pompholyx] L 30. 1 hidradenitis suppurative [L 73. 2] L 75. 0; L 75. 1; L 75. 2 dan L 75. 8; L 75. 9 L 74 Ecrine sweat disorders Excl. hyperhydrosis R 61. - L 74. 0 Miliaria rubra biang keringat L 74. 1; L 74. 2; L 74. 3; L 74. 4; L 74. 8; L 74. 9 L 75 Apocrine sweat disorders Excl. . . . L 75. 0; L 75. 1; L 75. 2 dan L 75. 8; L 75. 9. 29 L 80 -L 99 Other disorders of the skin and subcutaneous tissue Gangguan lan pada kulit dan jaringan di bawah kulit [551 -556] L 80. X L 81 Vitiligo Gangg. UKK bercak putih-putih Gangguan terkait pigmentasi Excl . . . L 81. 0; L 81. 1 s/d L 81. 9 L 82. X Seborrhoeic keratosis Incl. . . . L 83. X Acanthosis nigricans Incl. . . . L 84. X Corns and callosities kulit menebal, kapalan Incl. . . . 30 Lanjutan L 85 Other epidermal thickening Excl. . . . L 85. 0 dan L 85. 1 ada Excl. . . L 85. 3 dan L 85. 8; L 85. 9 L 86*. X L 87 L 88. X Keratoderma in diseases classified els. Incl. follicular keratosis due to a vit. A xeroderma def. E 50. 8 Transepidermal elimination disorders Excl. . . . L 87. 0; L 87. 1; L 87. 2 dan L 87. 8; L 87. 9 Pyoderma gangrenosum Incl. . . 31 Lanjutan L 89 Decubitus ulcer Note . . . Incl. . . . Excl. . . . L 89. 0 Stage I; L 89. 1 Stage II; L 89. 2 Stage III; L 89. 3 Stage IV dan L 89. 9 L 90 Atrophic disorders of skin L 90. 0 dan L 90. 5 ada Excl. . . . L 90. 1; L 90. 2; L 90. 3; L 90. 4; L 90. 6; L 90. 8; L 90. 9 32 Lanjutan L 91 Hypertrophic disorders of skin L 91. 0 ada Excl. . . L 91. 8 dan L 91. 9 L 92 Granulomatous disorders of skin and subcutaneous tissue L 92. 0; L 92. 2; L 92. 3 dan L 92. 8; L 92. 9 L 92. 1 ada Excl. . . . L 93 Lupus erythematosus Use additional external cause. . Excl. . . . L 93. 0; L 93. 1 dan L 93. 2 33 Lanjutan-8 L 94 Other localized connective tissue disorders Excl. . . . L 94. 0; L 94. 1; L 94. 2; L 94. 3; L 94. 4; L 94. 5; L 94. 6 dan L 94. 8; L 94. 9 L 95 Vasculitis limited to skin, NEC Excl. . . . L 95. 0; L 95. 1 dan L 95. 8; L 95. 9 L 97. X Ulcer of lower limb, NEC Excl. . . . 34 Lanjutan L 98 Other disorders of skin and subcut. tissue, NEC L 98. 0; L 98. 1; L 98. 2; L 98. 3 dan L 98. 8; L 98. 9 L 98. 4, L 98. 5 dan L 98. 6 ada Excl. . . . L 99* Other disorders of skin and subcut. tissue pada penyakit terklasifikasi di bagian lain. code pasangan harus bertanda L 99. 0* Amyloidosis of skin L 99. 8* Other spec. disor. Of skin. . . 35 Latihan Soal β’ β’ β’ 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Trichorrhexis invaginata Botak androgen akibat obat Dermatitis kontak akibat kosmetik Psoriasis arthropathic Granuloma annulare Discoid lupus erythematosus Focal oral mucinosis Acute dermatitis sehabis makan fresh seafood Jaringan parut keloid berat akibat jerawat Penebalan dinding epidermal akibat gangguan kulit hipertrofi 36 Lanjutan β’ 11. Bedah plastik jaringan parut luka bakar yang terjadi 2 tahun sebelumnya β’ 12. Kiste pada skrotum β’ 13. Sinus pilonidal disertai abscess β’ 14. Keloid jaringan parut β’ 15. Akne rosasea β’ 16. Abses anggota badan kanan β’ 17. Ulkus dekubitus β’ 18. Keratosis seboroik β’ 19. Kuku jari kaki tumbuh ke dalam terinfeksi β’ 20. Hidradenitis suppurativa. 37 Jawaban Soal Latihan β’ β’ β’ 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Trichorrhexis invaginata L 67. 0 Botak androgen akibat obat L 64. 0 Dermatitis kontak akibat kosmetik L 25. 0 Psoriasis arthropathic L 40. 5 L 90. 5 M 07. 3* 9 Granuloma annulare L 92. 0 Discoid lupus erythematosus L 93. 0 Focal oral mucinosis L 13. 7 Acute dermatitis sehabis makan fresh seafood L 27. 2 Jaringan parut keloid berat akibat jerawat L 73. 0 Penebalan dinding epidermal akibat gangguan kulit hipertrofi L 91. 8 38 Lanjutan β’ 11. Bedah plastik jaringan parut luka bakar yang terjadi 2 tahun sebelumnya Z 42. 9 L 90. 5 T 95. 9 β’ 12. Kiste pada skrotum L 72. 9 Y 87. 2 β’ 13. Sinus pilonidal disertai abscess L 05. 0 β’ 14. Keloid jaringan parut L 91. 0 β’ 15. Akne rosasea L 71. 9 β’ 16. Abses anggota badan kanan L 02. 2 β’ 17. Ulkus dekubitus L 89 β’ 18. Keratosis seboroik L 82 β’ 19. Kuku jari kaki tumbuh ke dalam terinfeksi L 60. 0 β’ 20. Hidradenitis suppurativa. L 73. 2 39 40 KKPMT IV SESI 4 SOAL LATIHAN MANDIRI ICD-10 CHAPTER XII 41 SOAL LATIHAN MANDIRI 1. 2. 3. Gatal pada kulit kepala karena alergi terhadap obat cat rambut Kelopak mata bengkak setelah minum aspirin Bisul pada ketiak, akibat infeksi kuman Streptokokal 4. Bullous kronik pada anak usia 7 tahun 5. Pemphigus, bayi baru lahir 6. Gatal-gatal pada muka sehabis makan udang 7. Biang keringat pada anak 5 tahun 8. Subacute cutaneous LE 9. Abces kuku karena menusuk ke dalam kulit 10. Alopecia pada bapak-bapak 11. Merah meradang pada daerah pantat akibat pampers bayi 12. Kontak eksim akibat irritasi minyak mobil No No No No 42 JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN MANDIRI 1. Gatal pada kulit kepala karena alergi terhadap No L 23. 2 atau obat cat rambut 196 [538] due to dyes No L 23. 4 2. Kelopak mata bengkak setelah minum aspirin No H 01. 0 79 [380] [964] No H 01. 1 Y 45. 1 3. Bisul furuncle/abscess pada ketiak, akibat infeksi kuman Streptococcal 293 see also Abscess 17 -18 [533 532] Use additional code β¦ L 02. 4 B 95. 5 Apabila node-limfatiknya terkena maka L 04. 2 4. Bullous kronik pada anak usia 7 tahun No L 13. 9 dermatitis bullous 196 [537] Apabila causanya adalah suatu penyakit β¦. L 14* 5. Pemphigus, bayi baru lahir 505 [532] No L 00 Perhatikan juga keterangan pada Incl. . . . Excl. . . . [532] 43 JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN MANDIRI 6. Gatal-gatal pada muka sehabis makan udang No L 27. 2 Dermatitis 195 196 [541]. Perhatikan rincian dermatitis. 7 Biang keringat pada anak 5 tahun Miliaria alba 425 [550] No L 74. 1 8. Subacute cutaneous LE 403 [554] No L 93. 1 9. Abces kuku karena menusuk ke dalam kulit No L 03. 0 20 [534] 10. Alopecia pada bapak-bapak 41 [547] No L 64. 9 Baca includes pada L 64 male-pattern baldness 11. 12. Merah meradang pada daerah pantat akibat pampers bayi rash, napkin 549 [538] Kontak eksim akibat irritasi minyak mobil 245 196 [539] No L 22 No L 24. 1 44
KodeICD 10 Vulnus Laceratum - Berbagai macam gangguan kondisi kesehatan pada tubuh manusia memiliki sebuah kode ICD 10 yang berbeda-beda. Guna mencegah adanya infeksi diperlukan pertolongan dengan perawatan luka. Vulnus laseratum dengan benda asing dibagian kulit kepala: S01.11: Laserasi tanpa benda asing dibagian kelopak mata dan
Bab ini berisi kode untuk infeksi, radang lain seperti dermatitis, dan kondisi lain pada kulit, jaringan subkutis, dan organ-organ pelengkap kulit rambut, kuku, dan kelenjar-kelenjar sebasea dan keringat. Kulit dan organ pelengkap disebut sistem integumen. Lapisan kulit terdiri dari epidermis pelidung tipis yang memiliki zat tanduk, dermis jaringan ikat fibrosa padat berisi pembuluh darah dan syaraf, dan subkutis jaringan tebal mengandung lemak. Kecuali penyakit infeksi dan parasit tertentu A00-B99 neoplasma C00-D48 penyakit endokrin, gizi, dan metabolik E00-E90 retikulosis lipomelanotik kelainan jaringan ikat sistemik M30-M36 komplikasi kehamilan, melahirkan, dan nifas O00-O99 kondisi tertentu yang berasal dari masa perinatal P00-P96 malformasi, deformasi, dan kelainan kromosom kongenital Q00-Q99 tanda, gejala, dan penemuan klinis dan labor abnormal, NEC R00-R99 cedera, keracunan, dan konsekuensi lain penyebab luar tertentu S00-T98 Blok-blok di dalam bab ini adalah L00-L08 Infeksi kulit dan jaringan subkutis L10-L14 Kelainan bullosa L20-L30 Dermatitis dan eczema L40-L45 Kelainan papulosquamosa L50-L54 Urtikaria and eritema L55-L59 Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L60-L75 Kelainan pelengkap kulit skin appendages L80-L99 Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain Kategori asterisk untuk bab ini adalah sebagai berikut L14* Kelainan bullosa pada penyakit L45* Kelainan papulosquamosa pada penyakit L54* Erythema pada penyakit L62* Kelainan kuku pada penyakit L86* Keratoderma pada penyakit L99* Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain pada penyakit [c. e. = classified elsewhere, yang diklasifikasikan di bagian lain] Infeksi kulit dan jaringan subkutis L00-L08 Infeksi sistemik dan organisme infeksi dikode pada Bab I Penyakit infeksi dan parasit tertentu. Pada Bab XII ini infeksi yang dikode adalah yang khususnya terdapat pada kulit, tapi di awal blok ini terdapat catatan yang menyatakan bahwa kode dari Bab I dapat ditambahkan untuk identifikasi organisme infeksi. Ini hendaknya selalu dilakukan kalau organismenya dikenal. Perhatikan pula bahwa daftar kecuali disini cukup panjang. Gunakan kode tambahan B95-B97, kalau perlu, untuk identifikasi agen infeksi. Kecuali infeksi lokal pada kulit yang diklasifikasikan pada Bab I erysipeloid [infeksi kulit, merah, karena menyentuh daging atau ikan] erysipelas [infeksi Streptococcus pyogenes; muka merah, panas, nyeri] A46 infeksi herpesvirus [herpes simplex] anogenital infeksi herpesvirus [herpes simplex] viral warts B07 molluskum kontagiosum mikosis B35-B49 pedikulosis, akariasis dan infestasi lain B85-B89 zoster hordeolum [infeksi kelenjar di dasar bulu mata] dermatitis infektif granuloma piogenik panniculitis [radang lemak subkutis] pada lupus relapsing [Weber-Christian] leher dan punggung NOS perlΓ¨che [retak pada kulit kering di sudut mulut] akibat kandidiasis defisiensi riboflavin NOS L00 Sindroma kulit melepuh akibat staphylococcus Pemphigus neonatorum Penyakit Ritter Kecuali toxic epidermal necrolysis [Lyell] L01 Impetigo Kecuali pemphigus neonatorum L00 impetigo herpetiformis Impetigo [any organism] [any site] Impetigo Bockhart Impetiginisasi pada dermatosis lain L02 Abses, furunkel dan karbunkel kulit Termasuk boil, furunkulosis Kecuali daerah anus dan rektum organ genital eksternal pria organ genital eksternal wanita Abses, furunkel dan karbunkel kulit muka Kecuali kelopak kelenjar lakrimalis saluran lakrimalis orbita telinga, external hidung mulut submandibula kepala [semua bagian, kecuali muka] Abses, furunkel dan karbunkel kulit leher Abses, furunkel dan karbunkel kulit badan Dinding abdomen Punggung [semua bagian, selain panggul] Dinding thoraks Groin [lipat paha dengan perut bawah, inguinal] Perineum [daerah antara urethra dan anus] Umbilikus Kecuali panggul mammae N61 omphalitis pada neonatus P38 Abses, furunkel dan karbunkel kulit bokong Regio gluteus Kecuali kista pilonida dengan abses Abses, furunkel dan karbunkel kulit anggota Axilla, panggul, bahu Abses, furunkel dan karbunkel kulit di tempat lain Kepala [semua bagian selain muka] Kulit kepala [scalp] Abses, furunkel dan karbunkel kulit, tak dijelaskan Furunkulosis NOS L03 Sellulitis Termasuk limfangitis akut Kecuali sellulitis pada β kelopak β apparatus lakrimalis β liang telinga luar β hidung β mulut β anus dan rektum β organ genital eksternal pria β organ genital eksternal wanita limfangitis kroniksubakut dermatosis neutrofilik febrilis [Sweet] selulitis eosinofilik [Wells] Sellulitis jari tangan dan kaki Infeksi kuku, onikhia, paronikhia, perionikhia Sellulitis bagian lain anggota Axilla, panggul, bahu Sellulitis muka Sellulitis badan Dinding abdomen Punggung [semua bagian, selain panggul] Dinding thoraks Groin [lipat paha, inguinal] Perineum [daerah antara urethra dan anus] Umbilikus Kecuali omphalitis neonatus P38 Sellulitis tempat lain Kepala [semua bagian selain muka] Kulit kepala [scalp] Cellulitis, tak dijelaskan L04 Limfadenitis akut Termasuk abses akut } pada kelenjar limfe apa saja, selain mesenterika limfadenitis akut } Kecuali penyakit HIVyang menyebabkan limfadenopati umum pembesaran kelenjar limfe limfadenitis β mesenterika, nonspesifik β kronik or subakut, selain mesenterika β NOS Limfadenitis akut muka, kepala dan leher Limfadenitis akut badan Limfadenitis akut anggota atas Axilla, bahu Limfadenitis akut anggota bawah Panggul Limfadenitis akut di tempat lain Limfadenitis akut, tak dijelaskan L05 Kista pilonida Termasuk fistula } koksigis atau pilonida sinus } Kista pilonida dengan abses Kista pilonida tanpa abses Kista pilonida NOS L08 Infeksi lokal lain pada kulit dan jaringan subkutis Pyoderma Dermatitis purulenta, septik, suppuratif Kecuali pioderma gangrenosum L88 Erythrasma [kondisi radang kronis bakteri di lipatan kulit] Infeksi lokal lain yang dijelaskan pada kulit dan jaringan subkutis Infeksi lokal pada kulit dan jaringan subkutis, tak dijelaskan Kelainan-kelainan bullosa L10-L14 Kecuali sindroma kulit melepuh akibat stafilokokus L00 nekrolisis epidermis toksik [Lyell] pemfigus familial jinak [Hailey-Hailey] L10 Pemfigus Kecuali pemfigus neonatorum L00 Pemfigus vulgaris Pemfigus vegetans Pemfigus foliaseus Pemfigus Brazil [fogo selvagem] Pemfigus erythematosus Senear-Usher syndrome Pemfigus akibat obat Gunakan kode tambahan Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Pemfigus lain Pemfigus, tak dijelaskan L11 Kelainan acantholytic jaringan tanduk lainnya Keratosis follikularis yang didapat Kecuali keratosis follikularis kongenital [Darier-White] Dermatosis akantolitik sementara [Grover] Kelainan akantolitik lain yang dijelaskan Kelainan akantolitik, tak dijelaskan L12 Pemfigoid Kecuali impetigo herpetiformis herpes gestationis Pemfigoid bullosa Pemfigoid sikatriks Pemfigoid jinak membran mukosa Penyakit bulla kronis kanak-kanak Dermatitis herpetiformis remaja Epidermolisis bullosa didapat Kecuali epidermolisis bullosa kongenital Pemfigoid lain Pemfigoid, tak dijelaskan L13 Kelainan bullosa lainnya Dermatitis herpetiformis Penyakit Duhring Dermatitis pustularis subkornea Penyakit Sneddon-Wilkinson Kelainan bullosa lain yang dijelaskan Kelainan bullosa, tak dijelaskan L14* Kelainan bullosa pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain Dermatitis dan eczema L20-L30 Catatan Pada blok ini istilah dermatitis dan eczema digunakan dengan arti yang sama. Kecuali Penyakit granulomatosa kronik kanak-kanak D71 Dermatitis β stasis β herpetiformis β perioral β kulit kering β gangrenosa L88 β faktisia Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L55-L59 L20 Dermatitis atopik Kecuali neurodermatitis berbatas tegas [sirkumskripta] Prurigo Besnier Dermatitis atopik lainnya Eczema flexural NEC, infantil akutkronik, intrinsik allergik Neurodermatitis atopik, diffus Dermatitis atopik, tak dijelaskan L21 Dermatitis seborrhoeika Kecuali dermatitis infektif Seborrhoea capitis Cradle cap Dermatitis seborrhoeik infantil Dermatitis seborrhoeika lainnya Dermatitis seborrhoeika, tak dijelaskan L22 Dermatitis diaper [popok] Eritema atau rash akibat diaper Rash popok psoriasiformis L23 Dermatitis kontak allergi Termasuk eksim kontak allergika Kecuali eksim telinga luar dermatitis pada β kelopak mata β diaper [napkin] L22 β kontak irritan β kontak NOS β akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan β NOS β perioral kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L55-L59 alergi NOS Dermatitis kontak alergi akibat logam Khrom, nikel Dermatitis kontak alergi akibat zat adhesif Dermatitis kontak alergi akibat kosmetika Dermatitis kontak alergi akibat obat yang berkontak dengan kulit Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Kecuali reaksi alergi NOS akibat obat dermatitis akibat obat-obatan yang ditelan Dermatitis kontak alergi akibat zat pewarna Dermatitis kontak alergi akibat produk kimia lainnya Semen, insektisida, plastik, karet Dermatitis kontak alergi akibat kontak makanan dengan kulit Kecuali dermatitis akibat makanan yang ditelan Dermatitis kontak alergi akibat tanaman, selain makanan Dermatitis kontak alergi akibat agen lain Dermatitis kontak alergi, penyebab tak dijelaskan Eksim kontak alergi NOS L24 Dermatitis kontak irritan Termasuk eksim kontak irritan Kecuali eksim telinga luar dermatitis pada β kelopak β diaper [popok] L22 β kontak alergi β contact NOS β akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan β NOS β perioral kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L55-L59 alergi NOS Dermatitis kontak irritan akibat detergents Dermatitis kontak irritan akibat minyak dan gemuk [greases] Dermatitis kontak irritan akibat pelarut Pelarut chlorocompound, siklohexane, ester, glikol, hydrocarbon, keton Dermatitis kontak irritan akibat kosmetika Dermatitis kontak irritan akibat obat yang berkontak dengan kulit Kecuali reaksi alergi NOS akibat obat dermatitis akibat obat yang ditelan Dermatitis kontak irritan akibat produk kimia lainnya Semen, insektisida Dermatitis kontak irritan akibat makanan yang berkontak dengan kulit Kecuali dermatitis akibat makanan yang ditelan Dermatitis kontak irritan akibat tanaman selain makanan Dermatitis kontak irritan akibat agen lain Zat pewarna Dermatitis kontak irritan, penyebab tak dijelaskan Eksim kontak irritan NOS L25 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan Termasuk eksim kontak yang tak dijelaskan Kecuali eksim telinga luar alergi NOS dermatitis pada β kelopak β kontak alergi β kontak irritan β akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan β NOS β perioral kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L55-L59 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat kosmetika Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat obat yangberkontak dengan kulit Kecuali reaksi alergi NOS akibat obat dermatitis akibat obat yang ditelan Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat zat pewarna Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat produk kimia lainnya Semen, insektisida Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat makanan yang berkontak dengan kulit Kecuali dermatitis akibat makanan yang ditelan Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat tanaman selain makanan Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat agen lain Dermatitis kontak yang tak dijelaskan, penyebab tak dijelaskan Dermatitis kontak pekerjaan NOS Eksim kontak pekerjaan NOS L26 Dermatitis eksfoliativa Pityriasis Hebra Kecuali penyakit Ritter L00 L27 Dermatitis akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan Kecuali contact dermatitis L23-L25 urticaria respons fototoksik dari obat respons fotoalergi dari obat reaksi makanan yang tidak diinginkan, selain dermatitis allergy NOS efek yang tidak diinginkan NOS dari obat Erupsi umum kulit akibat obat-obatan Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Erupsi lokal kulit akibat obat-obatan Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Dermatitis akibat makanan yang dimakan Kecuali akibat kontak makanan dengan kulit Dermatitis akibat zat lain yang dimasukkan ke dalam badan Dermatitis akibat zat yang tak dijelaskan yang dimasukkan ke dalam badan L28 Lichen simplex kronis dan prurigo Lichen simplex kronik [lesi kecil-kecil pada kulit yang menebal] Neurodermatitis berbatas tegas, lichen NOS Prurigo nodularis Prurigo lain Prurigo NOS, Hebra, mitis Urtikaria papulosa L29 Pruritus Kecuali exkoriasi neurotik pruritus psikogenik Pruritus ani Pruritus scroti Pruritus vulvae Pruritus anogenitalis, tak dijelaskan Pruritus lain Pruritus, tak dijelaskan Gatal NOS L30 Dermatitis lain Kecuali dermatitis β kontak L23-L25 β kulit kering parapsoriasis plak kecil stasis dermatitis Dermatitis nummularis Dyshidrosis [pompholyx] Autosensitisasi kulit Kandidid [levurid], dermatofitid, eksimatid Dermatitis infektif Dermatitis eksimatoid infeksiosa Eritema intertrigo Pityriasis alba Dermatitis lain yang dijelaskan Dermatitis, tak dijelaskan Eksim NOS Kelainan-kelainan papuloskuamosa L40-L45 L40 Psoriasis [patch merah dilapisi sisik keputihan] Psoriasis vulgaris Psoriasis nummularis, plak psoriasis Psoriasis pustularis generalisata Impetigo herpetiformis, penyakit Von Zumbusch Acrodermatitis kontinua Pustulosis palmaris et plantaris Psoriasis guttata Psoriasis arthropatik Psoriasis lain Psoriasis flexura Psoriasis, tak dijelaskan L41 Parapsoriasis Kecuali poikiloderma vasculare atrophicans Pityriasis lichenoides et varioliformis acuta Penyakit Mucha-Habermann Pityriasis lichenoides kronik Limfomatoid papulosis Parapsoriasis plak kecil Parapsoriasis plak besar Parapsoriasis retiformis Parapsoriasis lain Parapsoriasis, tak dijelaskan L42 Pityriasis rosea [radang ringan kulit dengan lesi bersisik, idiopatik] L43 Liken planus [papul dengan plak keunguan poligonal] Kecuali liken planopilaris Liken planus hipertrofik Liken planus bullosa Reaksi obat likenoid Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Liken planus subakut aktif Liken planus tropikus Liken planus lainnya Liken planus, tak dijelaskan L44 Kelainan papulosquamosa lainnya Pityriasis rubra pilaris Liken nitidus Liken striatus Liken ruber moniliformis Akrodermatitis papularis infantil [Giannotti-Crosti] Kelainan papulosquamosa lain yang dijelaskan Kelainan papulosquamosa, tak dijelaskan L45* Kelainan papulosquamosa pada penyakit Urtikaria dan eritema L50-L54 Kecuali penyakit Lyme rosasea L50 Urtikaria Kecuali angio-edema herediter dermatitis kontak allergika urtikaria β papulosa β solaris β neonatorum β pigmentosa β giant β serum edema angioneurotik edema Quincke Urtikaria allergika Urtikaria idiopatik Urtikaria akibat dingin dan panas Urtikaria dermatografik Urtikaria getaran [vibratory] Urtikaria kolinergik Urtikaria kontak Urtikaria lain Urtikaria β kronik β periodik rekuren Urtikaria, tak dijelaskan L51 Eritema multiforme [erupsi radang dengan eritem, edema, dan bulla simetris] Eritema multiforme non-bullosa Eritema multiforme bullosa Sindroma Stevens-Johnson Nekrolisis epidermis toksik [Lyell] Eritema multiforme lainnya Eritema multiforme, tak dijelaskan L52 Erythema nodosum L53 Kondisi eritematosa lain Kecuali erythema β ab igne β akibat kontak kulit dengan agen eksternal L23-L25 β intertrigo Eritema toksik Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi agen eksternal Kecuali eritema toksik neonatus Eritema annulare centrifugum Eritema marginatum Eritema figuratum kronis lain Kondisi eritema lain yang dijelaskan Kondisi eritema, tak dijelaskan Eritema NOS Eritroderma NOS L54* Eritema pada penyakit Eritema marginatum pada demam rematik akut I00β Eritema pada penyakit lain Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L55-L59 L55 Sunburn Sunburn tingkat satu Sunburn tingkat dua Sunburn tingkat tiga Sunburn lainnya Sunburn, tak dijelaskan L56 Perubahan akut lain pada kulit akibat radiasi ultraviolet Respons fototoksik obat Gunakan kode penyebab eksternal Chapter XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Respons photoallergik obat Gunakan kode penyebab eksternal Chapter XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat Dermatitis fotokontak [berloque dermatitis] Urtikaria solaris Erupsi polimorfik akibat cahaya Perubahan akut kulit lain yang dijelaskan akibat radiasi ultraviolet Perubahan akut kulit akibat radiasi ultraviolet, tak dijelaskan L57 Perubahan kulit akibat terpapar radiasi non-ionisasi kronis Keratosis aktinik Keratosis NOS, senile, solar Retikuloid aktinik Nuchae rhomboidalis kulit Poikiloderma Civatte Cutis laxa senilis Elastosis senilis Granuloma aktinik Perubahan lain kulit akibat terdedah radiasi non-ionisasi kronis Kulit petani Kulit pelaut Dermatitis solaris Perubahan kulit akibat terdedah radiasi non-ionisasi kronis, tak dijelaskan L58 Radiodermatitis Radiodermatitis akut Radiodermatitis kronis Radiodermatitis, tak dijelaskan L59 Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain akibat radiasi Eritema ab igne [dermatitis ab igne] Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain yang dijelaskan akibat radiasi Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi, tak dijelaskan Kelainan-kelainan pelengkap kulit skin appendages L60-L75 Kecuali malformasi integumen kongenital L60 Kelainan kuku Kecuali onychia and paronychia clubbing of nails Ingrowing nail [ kuku tumbuh ke dalam] Onycholysis [kuku terpisah dari dasar, tapi tidak lepas] Onychogryphosis [kuku mengikuti bengkokan ujung jari] Nail dystrophy Beauβs lines Yellow nail syndrome Kelainan kuku lainnya Kelainan kuku, tak dijelaskan L62* Kelainan kuku pada penyakit Pachydermoperiostosis dengan clubbed nailβ Kelainan kuku pada penyakit lain L63 Alopesia areata Alopesia capitis totalis [rambut lepas, tanpa penyakit kulit atau sistemik] Alopesia universalis [rambut lepas dari seluruh tubuh] Ophiasis Alopesia areata lainnya Alopesia areata, tak dijelaskan L64 Alopesia androgenik Termasuk botak pada pria Alopesia androgenik akibat obat Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat. Alopesia androgenik lainnya Alopesia androgenik, tak dijelaskan L65 Rambut lepas tanpa-parut lainnya Kecuali trikhotillomania Telogen effluvium Anagen effluvium Alopesia musinosa Rambut lepas tanpa parut lain Rambut lepas tanpa parut, tak dijelaskan Alopecia NOS L66 Alopesia sikatriks [rambut hilang dengan parut] Pseudopelade Liken planopilaris Liken planus follikularis Follikulitis decalvans Perifollikulitis kapitis abscedens Follikulitis uleritematosa retikulata Alopesia sikatriks lainnya Alopesia sikatriks, tak dijelaskan L67 Kelainan warna rambut dan batang rambut Kecuali telogen effluvium monilethrix pili annulati Trichorrhexis nodosa Variasi warna rambut Ubanan premature; Canities [pigmen hilang sehingga jadi putih] Heterokhromia rambut [warna rambut berbeda-beda] Poliosis β NOS β circumscripta didapat Kelainan lain warna rambut dan batang rambut Fragilitas crinium [retak rambut di batas dahi] Kelainan warna rambut dan batang rambut, tak dijelaskan L68 Hipertrikosis Termasuk rambut berlebihan Kecuali hipertrikosis kongenital lanugo persistent Hirsutism Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat. Hipertrikosis lanuginosa didapat Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat. Hipertrikosis lokal Politrikia Hipertrikosis lain Hipertrikosis, tak dijelaskan L70 Akne [radang kelenjar sebasea, jerawat Kecuali akne keloid Akne vulgaris Akne konglobata Akne varioliformis Akne nekrotika miliaris Akne tropika Infantile akne AcnΓ¨ excoriΓ¨e des jeunes filles Akne lainnya Akne, tak dijelaskan L71 Rosasea Dermatitis perioral Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat. Rhinophyma Rosacea lainnya Rosacea, tak dijelaskan L72 Kista folikel kulit dan jaringan subkutis Kista epidermis Kista trikilemma Kista pilar, kista sebasea Steatokistoma multiplex Kista folikel lain pada kulit dan jaringan subkutis Kista folikel kulit dan jaringan subkutis, tak dijelaskan L73 Kelainan folikel lainnya Akne keloid Pseudofollikulitis barbae Hidradenitis suppurativa Kelainan folikel lain yang dijelaskan Sycosis barbae Kelainan folikel, tak dijelaskan L74 Kelainan keringat ekrin Kecuali hiperhidrosis Miliaria rubra Miliaria crystallina Miliaria profunda Miliaria tropikalis Miliaria, tak dijelaskan Anhidrosis Hipohidrosis Kelainan keringat eccrine lainnya Kelainan keringat ekrin, tak dijelaskan Kelainan kelenjar keringat NOS L75 Kelainan keringat apokrin Kecuali dyshidrosis [pompholyx] hidradenitis suppurativa Bromhidrosis Chromhidrosis Apocrine miliaria Penyakit Fox-Fordyce Kelainan keringat apokrin lainnya Kelainan keringat apokrin, tak dijelaskan Kelainan lain pada kulit dan jaringan subkutis L80-L99 L80 Vitiligo L81 Kelainan pigmentasi lainnya Kecuali birthmark NOS sindroma Peutz-Jeghers naevus β lihat Hiperpigmentasi pasca peradangan Chloasma [bintik-bintik coklat gelap di kulit] Freckles [spot coklat] CafΓ¨ au lait spots [coklat muda, spserti freckle] Hiperpigmentasi melanin lainnya Lentigo Leukoderma, not elsewhere classified Kelainan pengurangan pembentukan melanin lainnya Dermatosis purpurik berpigmen Angioma serpiginosum Kelainan pigmentasi lain yang dijelaskan Pigmentasi besi Pigmentasi tattoo Kelainan pigmentasi, tak dijelaskan L82 Keratosis seborrhoeika Dermatosis papulosa nigra Penyakit Leser-TrΓ¨lat L83 Akantosis nigrikans Papillomatosis yang menyatu dan membentuk jaring-jaring L84 Corns and callosities Callus [penebalan karena tekanan beban] Clavus [penebalan karena tekanan sepatu yang tidak pas] L85 Penebalan epidermis lainnya Kecuali kelainan hipertrofik kulit Ikhtiosis didapat Kecuali ikhtiosis kongenital Keratosis didapat [keratoderma] palmaris et plantaris Kecuali keratosis palmaris et plantaris yang diwarisi Keratosis punktata palmaris et plantaris Xerosis kutis Dermatitis kulit kering Penebalan epidermis lain yang dijelaskan Cutaneous horn [mata ikanβ] Penebalan epidermis, tak dijelaskan L86* Keratoderma pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain Keratosis follikularis, xeroderma akibat defisiensi vitamin A L87 Kelainan dengan eliminasi transepidermis Kecuali granuloma annulare perforans Keratosis follikularis et parafollikularis in cutem penetrans [Kyrle] Hiperkeratosis follikularis penetrans Kolagenosis reaktif perforans Elastosis perforans serpiginosa Kelainan dengan eliminasi transepidermis lain Kelainan dengan eliminasi transepidermis, tak dijelaskan L88 Pyoderma gangrenosum Dermatitis gangrenosa Phagedenic pyoderma L89 Ulkus dekubitus Bedsore Plaster ulcer Pressure ulcer Kecuali ulkus dekubitus trofik servix uteri N86 L90 Kelainan atrofik kulit Lichen sclerosus et atrophicus Kecuali lichen sclerosis pada organ genitalia eksterna*** β pria β wanita Anetoderma Schweninger-Buzzi Anetoderma of Jadassohn-Pellizzari Atrophoderma Pasini and Pierini Acrodermatitis chronica atrophicans Kondisi parut dan fibrosis kulit Adherent scar [parut lengket] kulit Cicatrix Kerusakan bentuk akibat parut Scar NOS Kecuali parut hipertrofik parut keloid Striae atrophicae Kelainan atrofik lain pada kulit Kelainan atrofik kulit, tak dijelaskan L91 Kelainan hipertrofik kulit Parut keloid Parut hipertrofik Keloid Kecuali keloid acne scar NOS Kelainan hipertrofik lain pada kulit Kelainan hipertrofik pada kulit, tak dijelaskan L92 Kelainan granulomatosa kulit dan jaringan bwah kulit Kecuali granuloma aktinik Granuloma annulare granuloma annulare perforans Neckrobiosis lipoidika, not elsewhere classified Kecuali disebabkan diabetes mellitus E10-E14 Granuloma fasiale [granuloma eosinofilik kulit] Granuloma benda asing pada kulit dan jaringan subkutis Kelainan granulomatosa lain padakulit dan jaringan subkutis Kelainan granulomatosa pada kulit dan jaringan subkutis, tak dijelaskan L93 Lupus eritematosus Gunakan kode penyebab eksternal Bab XX, kalau perlu, untuk identifikasi obat. Kecuali lupus β exedens β vulgaris systemic lupus erythematosus skleroderma Lupus eritematosus diskoid Lupus eritematosus NOS Lupus eritematosus kulit subakut Lupus eritematosus lokal lainnya Lupus β eritematosus profundus β panniculitis L94 Kelainan jaringan penyambung lokal lainnya Kecuali kelainan jaringan ikat sistemik M30-M36 Skleroderma lokal [morphea] β Circumscribed scleroderma [berbatas tegas] Linear scleroderma En coup de sabre lesion Kalsinosis kutis Sklerodaktyly Papula Gottron Poikiloderma vasculare atrophicans Ainhum Kelainan jaringan ikat lokal lain yang dijelaskan Kelainan jaringan ikat lokal, tak dijelaskan L95 Vaskulitis yang terbatas pada kulit, not elsewhere classified Kecuali purpura Henoch-SchΓΆnlein urtikaria angioma serpiginosum vaskulitis rematoid polyarteritis nodosa angiitis hipersensitif granulomatosis Wegener pannikulitis pada β lupus β relapsing [Weber-Christian] β neck and back β NOS serum sickness Livedoid vasculitis Atrophie blanche en plaque Erythema elevatum diutinum Vaskulitis kulit lainnya Vaskulitis kulit, tak dijelaskan L97 Ulkus anggota bawah, not elsewhere classified Kecuali infeksi spesifik yang diklasifikasikan pada A00-B99 varicose ulcer skin infections L00-L08, decubitus ulcer L89 gangrene R02 L98 Kelainan lain kulit dan jaringan subkutis, not elsewhere classified Granuloma piogenik Dermatitis faktisia Exkoriasi neurotik Dermatosis neutrofilik febrilis [Sweet] Sellulitis eosinofilik [Wells] Ulkus kronis kulit, not elsewhere classified Ulkus kulit NOS Ulkus kronis kulit NOS Ulkus tropis NOS Kecuali infeksi spesifik yang diklasifikasikan pada A00-B99 varicose ulcer infeksi kulit L00-L08 ulkus dekubitus L89 ulkus anggota bawah NEC L97 gangrene R02 Musinosis kulit Musinosis terfokus Lichen myxoedematosus Kecuali musinosis terfokus pada oral myxoedema Kelainan infiltratif lain pada kulit dan jaringan subkutis Kecuali hyalinosis cutis et mucosae Kelainan lain yang dijelaskan pada kulit dan jaringan subkutis Kelainan kulit dan jaringan subkutis, tak dijelaskan L99* Kelainan lain pada kulit dan jaringan subkutis pada penyakit lain Amyloidosis kulit Lichen amiloidosis Macular amiloid Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain yang dijelaskan pada penyakit Alopecia sifilitika Lukoderma sifilitika
. d97in74utr.pages.dev/477d97in74utr.pages.dev/365d97in74utr.pages.dev/155d97in74utr.pages.dev/203d97in74utr.pages.dev/89d97in74utr.pages.dev/65d97in74utr.pages.dev/80d97in74utr.pages.dev/376
kode icd 10 infeksi kulit